Minggu, 13 Oktober 2013
Bohong tak apa untuk kebaikan
13.04
|
Bohong Tak
Apa Untuk Kebaikan
Kali ini saya mau
share tentang “kejujuran” pantengin ya !
Pernah denger ini ? “Bohong engga papa untuk kebaikan” apa
komentar kamu ?
Ehem.. yang namanya “kebaikan” dijaman
sekarang itu engga universal,maksudnya : Saat kamu melakukan hal baik belum
tentu orang lain menganggap hal itu juga baik.
Contoh:Mencuri , bagi pencuri ini baik karena pencuri ingin perut anaknya kenyang namun bagi orang lain mencuri adalah perbuatan tidak baik.
Contoh:Mencuri , bagi pencuri ini baik karena pencuri ingin perut anaknya kenyang namun bagi orang lain mencuri adalah perbuatan tidak baik.
Contoh : Gugurin anak ,bagi sebagian
orang ini baik untuk jaga martabat dan nama baik keluarga namun bagi sebagian
yang lain nyawa dibayar nyawa.
Contoh : Selingkuh, bagi sebagian
orang ini baik untuk tambah pengalaman namun bagi sebagian yang lain selingkuh
adalah tindakan terkutuk.
Contoh:Rokok ,sebagian mengangap
rokok itu baik sebagai penenang dan penenang batin namun bagi sebagian yang
lain merokok sangat menganggu.
Jadi udah paham yah ? “kebaikan” itu
sifatnya “relaltif” artinya setiap orang punya pandangan
berbeda tentang itu.
Nah sekarang kembali ke bahasan “bohong gapapa untuk kebaikan” nah ini
“kebaikan” buat
sapa nih ?
Jadi saya sangat kontra dengan
anggapan ini dasarnya bahwa “kebaikan” itu
relative.Belakangan saya temukan fakta menarik tentang fenomena ini.Ternyata
pelaku “bohong gapapa untuk kebaikan” adalah seorang
pengecut.Kenapa saya bilang pengecut ? Karena pelaku “bohong gapapa untuk kebaikan” adalah
orang yang takut dengan resiko “kejujuran”.Mereka “takut” dengan “resiko”
kejujuran jadi mereka pengecut. Tersinggung = merasa.
Langganan:
Posting Komentar
(Atom)
0 komentar:
Posting Komentar